Spirit Tim Belanda
Jong Oranje atau pasukan muda Belanda masih menjadi raja Eropa. Setelah tahun lalu di Portugal, Sabtu (23/6), mereka kembali menjuarai Euro Under 21 Championship. Apa rahasia kesuksesan Belanda kali ini?
Spirit tim. Kebersamaan dan kekompakan dalam tim Belanda usia 21 tahun sangat baik. Hal seperti itu sering tidak ditemui di tim nasional senior. Ya, konflik intern sering membuat Oranje gagal. Contohnya di Euro 1996. Saat itu tim terbagi dua, pemain kulit putih versus kulit hitam.
“Spirit tim dari Jong Oranje saat menjadi juara di Portugal bagus, tapi tahun ini jauh lebih baik,” ujar kapten Jong Oranje, Ron Vlaar, seperti dikutip kantor berita ANP.
“Kami tahu bahwa tahun ini kualitas kami tidak lebih baik. Tapi, penampilan kami sebagai sebuah tim begitu bagus. Itulah kekuatan dari tim ini,” tambah bek tengah yang tidak dapat tampil di final karena cedera lutut itu.
Dalam final di Stadion Euroborg di kota Groningen, tuan rumah menang 4-1 atas Serbia, yang hanya dibela 10 pemain sejak menit ke-62. Sebelum jumlah pemain lawan berkurang, Jong Oranje sudah unggul 2-0.
Otman Bakkal membuka pesta Belanda pada menit ke-17. Gol kedua dicetak Ryan Babel pada menit 60. Tujuh menit kemudian Maceo Rigters memperbesar keunggulan Oranye. Setelah Dragan Mrdja membuka harapan Serbia pada menit 79, Luigi Bruins menutup pesta gol pada menit 87.
Gelar raja untuk Belanda sangat pas karena Rigters menyabet titel pencetak gol terbanyak. Pemain NAC Breda itu membuat empat gol. Di Portugal 2006, gelar tersebut juga diraih penyerang Belanda, Klaas Jan-Huntelaar.
Hadiah Ulang Tahun
Orang paling berjasa membawa Belanda juara untuk kali kedua adalah Foppe De Haan. Ia sangat berpengalaman. Memulai karier pada tahun 1974 sebagai asisten pelatih di VV Akrum, De Haan selama 12 tahun menangani Heerenveen sebelum memegang Jong Oranje sejak 2004.
Kemenangan ini menjadi kado ulang tahun bagi De Haan, yang pada 26 Juni genap berusia 44 tahun. “Mereka boleh datang jika mau. Mereka boleh berenang dan tidak perlu membawa kado,” ujar penasihat Indonesia U-23 di Asian Games 2006 itu.
Setelah menjadi juara Eropa, De Haan mengincar medali emas Olimpiade Beijing 2008. “Saya tidak mau datang hanya untuk bermain. Saya ingin menjadi pemenang,” ucapnya.
Selain Belanda, dalam Beijing 2008 Eropa juga diwakili Serbia, Belgia, dan Italia. Italia mengisi tempat semifinalis lain, Inggris, yang tak bisa ikut Olimpiade karena IOC hanya mengakui kontingen Inggris Raya. Gli Azzurrini lolos setelah dalam play-off mengalahkan Portugal lewat adu penalti.
Data-Fakta
Final (23/6)
Belanda vs Serbia 4-1 (Bakkal 17’, Babel 60’, Rigters 67, Bruins 87’; Mrdja 79’)
Play-off Olimpiade (21/6)
Portugal vs Italia 0-0 (3-4 adu penalti: 1-0 Joao Moutinho, 1-1 Pelle, 2-1 Nani, 2-2 Montolivo, 2-2 Manuel Fernandes, 2-3 Criscito, 3-3 Miguel Veloso, 3-4 Palladino, 3-4 Antunes)
Boca di Atas Milan
Boca Juniors luar biasa. Klub Argentina ini meraih gelar juara Copa Libertadores 2007 dengan cara hebat. Setelah menang 3-0 pada final pertama di kandang sendiri, pasukan asal kota Buenos Aires itu menang 2-0 dari tuan rumah Gremio pada 20 Juni lalu di Estadio Olimpico di Porto Alegre, Brasil.
Juan Roman Riquelme menjadi bintang di kedua final. Pada laga pertama di La Bombonera, ia mencetak satu gol, yakni gol kedua Boca. Pekan lalu, gelandang pinjaman dari Villarreal ini mencetak seluruh gol Los Xeneizes.
“Saya sangat bahagia,” kata Riquelme, seperti dilansir EFE.
Ini menjadi gelar keenam Boca di Copa Libertadores. Klub yang pernah dibela Diego Maradona ini sebelumnya menjadi kampiun kejuaraan antarklub paling bergengsi di Amerika Selatan itu pada 1977, 1978, 2000, 2001, dan 2003.
Gelar pada pekan lalu mengantar Boca menjadi klub paling banyak mengoleksi titel juara untuk ajang resmi internasional. Xeneizes 17 kali juara. Perinciannya adalah Piala Interkontinental (3), Copa Libertadores (6), Copa Sudamericana (2), Recopa Sudamericana (3), Supercopa Sudamericana, Supercopa Masters, dan Copa Conmebol (1).
“Di Boca Anda harus juara,” kata pelatih Boca, Miguel Angel Russo.
Boca di atas Milan. Mei lalu setelah memenangi Liga Champion, I Rossoneri menyamai pencapaian La Azul y Oro 16 kali juara. Desember nanti, kedua klub bisa bertemu di final Piala Dunia klub di Jepang. Tapi, sebelum berada di sana, Milan bisa setingkat dengan Boca. Syaratnya, pasukan Carlo Ancelotti mengalahkan Sevilla di Piala Super Eropa
Fisik Layu, Semangat Mekar
Dua rangkaian uji coba berurutan yang digelar Pasukan Merah-Putih menuai hasil kontras. Setelah Kamis (21/6) menang 2-1 atas Jamaika, Minggu (24/6) malah ditekuk Oman 0-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Simulasi Ivan Kolev akan kondisi pertandingan yang dihadapi pada Piala Asia, Juli nanti, tentu mendapati banyak masukan. Salah satunya seputar kondisi fisik para pemain yang drop pada partai kedua.
“Pemain Indonesia memang kesulitan mempertahankan penampilan. Satu pertandingan baik, lalu pertandingan berikutnya turun,” ujar pelatih timnas asal Bulgaria itu.
Peringatan Paulus Pasurney, pelatih fisik PON Kaltim, Mei lalu, seputar fisik anak asuh Kolev pun bukan omong kosong. Bambang Pamungkas cs. hanya bisa konstan bermain cepat pada babak pertama, khususnya di bawah menit ke-30. Selepas itu, tempo permainan cepat yang diharapkan Kolev menurun.
“Saya tetap puas karena keinginan kita untuk bermain cepat sudah tercapai. Dalam waktu tersisa, kita harus memperbaiki kondisi pemain. Harus!” tegas Kolev.
Namun, hal itu bukan pekerjaan mudah. Meningkatkan kondisi fisik pemain dalam waktu kurang dari dua minggu dari pertandingan sesungguhnya dapat menjadi bumerang. Jika digenjot latihan fisik berat, bukan tak mungkin Firman Utina cs. akan terlambat recovery.
Hal ini pernah terjadi di Piala Tiger 2002. Saat itu Indonesia tampil loyo di partai pertama saat ditahan 0-0 Myanmar lantaran Kolev menggenjot fisik pemain seminggu sebelumnya.
Semangat Tinggi
Untungnya kelemahan fisik masih bisa ditutupi semangat para pemain yang terbilang bagus. Meski terlihat kelelahan dan konsentrasi cenderung menurun, mereka masih ingin menunjukkan permainan terbaik.
Hal ini tentu tak terlepas dari perlakuan manajemen timnas yang menyediakan fasilitas komplet para pemain. “Di ruang ganti, kami memberikan apresiasi tinggi seperti halnya yang terjadi saat pemain di Piala Dunia masuk ruangan. Kaus tertata rapi dan semua komponen timnas kompak mendukung mereka,” tutur Andi Darussalam Tabusala, manajer timnas.
Pemain pun tak perlu memikirkan hal nonteknis lain karena Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, dan Andi berjanji menuntaskannya. Hal ini tentu membuat pemain lebih lepas dalam bermain. “Kami sangat berterima kasih dan tentu ingin membuat yang terbaik untuk timnas,” janji Ponaryo Astaman, kapten tim.
Letupan semangat juga dilontarkan Bora Milutinovic, pelatih Jamaika. “Indonesia punya tim bagus, skill pemain baik. Ini berbeda dibandingkan dengan tim yang saya kalahkan saat menangani Cina tahun 2001. Sekarang Indonesia tergabung di grup berat, namun kesempatan lolos tentu ada,” ujar Bora.
Aplaus juga diberikan Gabriel Calderon, pelatih Oman. “Indonesia punya tim bagus dengan banyak pemain muda dan mengandalkan counter attack yang cepat. Tim ini punya banyak harapan di masa depan,” ungkap Calderon.
Jika kedua pelatih berpengalaman itu punya keyakinan atas timnas Indonesia, tentu Kolev dan manajemen pun seharusnya punya mental serupa. Piala Asia sudah dekat dan saatnya Indonesia menunjukkan diri kepada dunia: Ini kandang kita! (Ary Julianto)
Hasil Uji Coba Kamis (21/6)
Indonesia vs Jamaika: 2-1
Pencetak Gol: Bambang Pamungkas 59’ & 90’; Wori Wolfe 72’
Wasit: Ramachandran Krisnan (Malaysia)
KK: M. Ridwan 63’;
Formasi Indonesia (4-3-3): 1-Jendri Pitoy (K), 2-M. Ridwan, 5-Maman, 6-Charis, 4-Richardo/22-Supardi 47’ (B) 9-Mahyadi/16-Syamsul 71’, 11-Ponaryo/7-Eka 27’, 15-Firman/17-Atep 85’ (T), 8-Elie/19-Arif 71’, 20-Bambang, 13-Budi (D)
Hasil Uji Coba Minggu (24/6)
Indonesia vs Oman: 0-1
Pencetak Gol: Almukhain Ahmed 57’
Wasit: Shahbuddin Mohamad Hamidin (Brunei)
KK: Almahaijri Ahmed 22’, Almaini Badar 28’, Younis Al Mahyijani 67’
Formasi Indonesia (4-3-3): 23-Markus (K), 2-M. Ridwan, 5-Maman, 6-Charis, 14-Ismed/Ricardo 75’ (B) 9-Mahyadi/11-Ponaryo 70’, 7-Eka 27’, 15-Firman/17-Atep 80’ (T), 8-Elie/19-Arif 67’, 20-Bambang, 13-Budi /Erol 80’ (D)
Kondisi Timnas Saat Ini
Kelebihan
- Main bagus dengan umpan bola pendek dan cepat serta menyusur tanah.
- Kerja sama satu-dua pemain dan sistem 4-3-3 berjalan lancar.
- Umpan silang datar dengan banyak variasi.
- Pertahanan jauh di depan dan rapat dengan pemain tengah dan depan.
- Jarak antarpemain rapat.
Kelemahan
- Pertahanan sejajar sangat rawan menghadapi umpan terobosan dengan striker lawan yang cepat.
- Pertahanan banyak mengandalkan jebakan off-side.
- Stamina pemain tidak bisa konstan bermain 90 menit dalam tempo tinggi.
- Hanya sedikit pemain yang berani melakukan tendangan jarak jauh, keras, dan mempunyai akurasi bagus.
- Penyelesaian akhir masih lemah, terutama pemain dari lini kedua.
Ayam Pop
Bahan:
- Bawang Putih
- Jahe
- Merica
- Garam
- Ketumbar
- Daun salam
- Daun jeruk
- Sereh
- Laos
- Mentega
- Vetsin
- Air kelapa
Cara Membuat:
Mudah saja… rebuslah semua bahan di atas dengan ayam sampai matang… terus goreng ayam tersebut dalam campuran air, minyak dan mentega.
SIOMAY
Bahan:
- 500 gr Daging ikan tengiri dihaluskan
- 100 gr Tepung sagu
- 1 sdt Air jahe
- 1/2 sdt Lada bubuk
- 1/2 sdt Gula halus
- 1 sdt Minyak wijen jika suka
- 1 sdm Ebi disangan dan direndam (agar mudah lunak)
- Garam secukupnya.
Cara Membuat:
- Campur semua bahan, aduk hingga rata dan kalis, balutkan pada tahu dan telur rebus sisanya bulatkan sesuai selera.
- Kukus siomai di dalam kukusan hingga matang, jika suka tambahkan kol yang digulung dan pare(dapat diisi dengan siomay)
Sambal Kacang :
- 250 gr Kacang tanah digoreng
- 3 siung Bawang putih digoreng
- 4 buah Cabe merah dibuang bijinya digoreng
- 1 sdm Gula pasir
- 1/2 sdt Garam
- 400 ml Air matang
- Kecap manis dan jeruk limo secukupnya.
- Haluskan semua bahan dengan diulek atau dibleder hingga halus kecuali kecap manis dan jeruk limo.
Cara menghidangkan:
- Ambil siomai yang telah matang dari dalam kukusan (kondisi masih panas), potong sesui selera.
- Siram siomai dengan sambal kacang, beri kecap manis dan air jeruk limo (kulit jeruk dapat dimasukkan ke dalam siomay, agar aroma lebih harum).
- Siomay pun siap dihidangkan.
MENGATASI MAAG
Bila sering terlambat makan, maka akan terserang penyakit ini dan perut terasa melilit-lilit sakit. Agar tidak berkepanjangan cobalah resep ini.
Ambil sesisir pisang (Gedang Gajih) pilih yang setengah masak dan makanlah dengan cara ditutulkan gula pasir, setiap pagi selama 7 hari berturut-turut. Niscaya Maag yang mengganggu tidak kambuh lagi. Silahkan mencoba
STOP CRET
Bila perut diland mencret, pasti kita kesal, karena harus bolak-balik ke WC. Untuk mengatasinya cobalah resep dibawah ini.
Ambil kunyit sebesar ibu jari. Kupas kulitnya lalu parut halus, peras dengan kain bersih dan biarkan patinya mengendap. Mbillah airnya yang bening, campur dengan madu. Minumlah 3x sehari selama 2-3 hari. Niscaya langsung Stop Cret
Udang Saos Tiram
Bahan :
- 500 gr udang ukuran besar, kupas, sisakan ekornya, belah punggungnya
- 1/2 sdt oregano kering
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdm air jeruk nipis
- 1/2 sdt garam halus
- 1 butir telur ayam, dikocok
- 50 gr tepung maizena
- 2 sdm mentega
- 50 gr bawang bombay, iris tipis
- 2 siung bawang putih, cincang halus
- 3 buah cabe merah, buang bijinya, iris menyerong 1 cm
- 125 gr biji jagung manis kalengan
- 1 sdm saus tiram
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/2 sdt garam halus
- 15 helai daun kucai, potong 2 cm
Cara membuat :
- Rendam udang bersama oregano, merica, air jeruk nipis, dan garam. Diamkan selama 30 menit. Tiriskan.
- Celupkan dalam telur kocok, angkat, gulingkan dalam tepung maizena hingga rata.
- Goreng udang dalam minyak panas hingga kekuningan. Angkat dan tiriskan.
- Panaskan mentega, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu.
- Masukkan cabe dan jagung manis. Aduk hingga cabe layu. Lalu masukkan udang goreng, aduk rata.
- Tambahkan saus tiram, merica, dan garam. Aduk hingga sayuran matang.
- Masukkan kucai, aduk dan angkat. Sajikan panas-panas.
BAU BADAN
Bau badan memang tidak enak rasanya, tidak sreg dan dijauhi teman. Cara mengatasinya gampang.
Ambil segenggam tawas lalu tumbuk halus. Masukkan ke dalam botol yang sudah diisi air, dikocok-kocok beberapa menit, selnjutnya tuangkan ditelapak tangan dan oleskan pada sasaran tempat yang baunya tidak enak tadi. Maka habislah bau tidak enak itu
SAKIT AMBEIYEN
Punya penyakit Ambieyen (Wasir) duduk terlalu lama saja rasanya riskan. Untuk mengatasinya ada cara cukup sederhana.
Ambillah Daun Jambu, Pisang Klutuk. Kedua bahan tersebut, parut sampai sampai halus tambah sedikit air dan peras, hasil perasannya dicampu air ketan hitam. Boleh langsung di minum, usahakan secara rutin pagi dan sore hari dengan tekun. Insya Allah segera sembuh.
-
Arsip
- Juni 2007 (15)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS